Pengobatan herbal atau
herbalism telah dipraktikkan sejak dulu. Pada zaman Rasulullah SAW, beliau
menggunakan obat-obat herbal seperti habbatusaudah untuk mengobati beberapa
penyakit. Meskipun saat itu juga belum popular tantang pengertian obat herbal,
namun masalah keampuhan obat herbal, masyarakat sangat menyakininya, sejak dulu
hingga pada zaman yang sangat modern seperti sekarang ini. Obat herbal saat ini
telah diproduksi mengikuti perkembangan zaman sehingga lebih mudah untuk
dikonsumsi. Banyak sekali artikel herbal yang memaparkan sejarah menkjubkan
dalam dunia pengobatan ini.
Pengertian
Herbal
Istilah Herbal biasanya
dikaitkan dengan tumbuh-tumbuhan yang tidak berkayu atau tanaman yang bersifat
perdu. Dalam dunia pengobatan, istilah herbal memiliki makna yang lebih luas,
yaitu segala jenis tumbuhan dan seluruh bagian-bagiannya yang yang mengandung
satu atau lebih bahan aktif yang dapat dipakai sebagai obat (therapeutic).
Misalnya mengkudu hutan (Morinda citrifolia) yang mengandung Morindin, bahan
aktif anti kanker; Pegagan (Centela Asiatica) yang mengandung Asiaticoside yang
berguna untuk masalah kulit dan meningkatkan IQ.
Herbalogi
Herbalogi berasal dari kata
‘Herba’ yang berarti tumbuhan dan ‘logi’ atau ‘logos’ yang berarti ilmu. Dengan
demikian Herbalogi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkait
dengan tumbuh-tumbuhan. Dalam dunia pengobatan herbalogi dipahami sebagai
sebuah konsep atau metode pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan yang
berasal dari herba (tanaman obat).
Pengertian
Obat Herbal
Mengenai pengertian obat
herbal sendiri sebenarnya sangat banyak versinya. Namun demikian inilah
pengertian obat herbal yang paling sering dipakai.
Pengertian obat herbal versi
pertama adalah bahwa yang dinamakan obat herbal
adalah obat yang berasal dari tumbuhan yang diproses / diekstrak
sedemikian rupa sehingga menjadi serbuk, pil atau cairan yang dalam prosesnya
tidak menggunakan zat kimia. Seperti dalam pengertian obat herbal, dapat kita
ketahui bersama bahwa obat herbal dapat menyembuhkan penyakit dengan efek samping
yang minim karena dibuat dari bahan-bahan yang alami, tidak seperti obat-obat
sintetis yang dapat memberikan efek samping baik secara langsung maupun setelah
waktu yang lama. Pengertian obat herbal yang mencakup efek samping inilah yang
sangat menarik minat masyarakat baru-baru ini. Tentunya hal ini tak lepas
banyaknya informasi dalam bentuk artikel herbal di berbagai media terutama
dunia maya yang dengan mudah diakses masyarakat.
Pengertian obat herbal versi
kedua adalah Pengertian obat tradisional berdasarkan Peraturan Menteri kesehatan
Nomor 246/Menkes/Per/V/1990 Pasal 1 menyebutkan bahwa: pengertian obat
herbal atau Obat tradisional adalah
bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral,
sediaan galenik atau campuran dan bahan-bahan tersebut, yang secara traditional
telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. pengertian obat herbal
versi peraturan menteri ini lebih luas dari pengertian obat herbal yang pertama
karena mencakup selain tumbuhan juga.
Pengertian obat herbal
secara spesifik
Pengertian obat herbal
sendiri juga bisa diartikan sebagai tanaman atau bagian dari tanaman yang
digunakan sebagai pemberi aroma, perasa, atau untuk pengobatan. Lebih jauh saat
ini cakupanya diperluas menjadi binatang ataupun organisme atau bagian dari
suatu organisme yang digunakan untuk tujuan pengobatan.
Berdasarkan pengertian obat
herbal diatas, dikembangkan
pengelompokan tingkat herbal, dimana obat herbal yang saat ini telah diakui oleh ilmu kedokteran
modern adalah obat herbal yang telah
melalui tiga uji penting, yaitu:
- uji praklinik (uji khasiat
dan toksisitas)
- uji teknologi farmasi untuk menentukan
identitas atau bahan berkhasiat secara seksama hingga dapat dibuat produk yang
terstandardisasi
- uji klinis kepada pasien. Agar setara dengan
obat modern, obat tradisional harus melewati berbagai proses tersebut. Apabila
telah lulus uji klinis, obat herbal tersebut kemudian disebut fitofarmaka yang
layak diresepkan oleh dokter dan dapat beredar di pusat pelayanan kesehatan.
Berdasarkan tingkatan uji
klinisnya, obat tradisonal dapat digolongkan menjadi:
- · Jamu (empirical based herbal medicine)
- · Obat ekstrak alam/obat herbal terstandar (scientific based herbal medicine)
- · Fitofarmaka (clinical based herbal medicine).
Menurut pengertian obat
herbal, Jamu adalah jenis herbal yang belum melalui proses uji kelayakan, hanya
berdasarkan pengalaman masyarakat, sedangkan obat herbal terstandar telah diuji
khasiat dan toksisitasnya (kandungan racun), namun belum diuji cobakan penggunaannya
pada pasien.
Pengertian obat herbal Vs
Kandungan bahan kimia
Dari pengertian obat herbal
di atas sepintas dapat disimpulan bahwa obat herbal bebas bahan kimia, benarkan
demikian? Menjawab pertanyaan itu inilah jawaban yang memadai pada pertanyaan
tersebut:
Tetap perlu diagnosis
Meskipun dalam pengertian
obat herbal mengatakan bahwa obat herbal semua berasal dari alam tidak serta
merta bisa digunakan seenaknya. Herbal tidak bisa diminum sembarangan karena
respon tiap Individu bisa berbeda satu sama lain. Meski punya keluhan sama,
belum tentu herbal yang diberikan cocok antara satu pasien dengan pasien lain.
Karena itu, sebelum memberi pengobatan herbal, seharusnya ditentukan dulu
diagnosis (jenis penyakit) pasien. Seperti pengobatan umumnya, diagnosis ini
ditegakkan melalui wawancara dengan pasien, pemeriksaan fisik, dan kalau perlu
dilakukan pemeriksaan laboratorium atau radiologi. Bahkan jika perlu harus
ditangani dulu oleh dokter spesialis atau sub spesialis. Dari diagnosis ini
akan diketahui pengobatan yang tepat untuk pasien. Tidak bisa disamakan
penanganan antara satu penyakit dengan penyakit lainnya. Bahkan penyakit yang
sama pun bisa berbeda penaganannya bagi setiap individu. Pengobatan yang tepat
harus diawali dari diagnosis yang tepat. Jadi pengertian obat herbal yang
mengatakan bebas bahan kimia serta 100% aman perlu ditelaah kembali.
Obat herbal tanpa bahan
kimia?
Kebanyakan orang mengira
obat herbal adalah obat yang bebas kimia (bila hanya membaca dari pengertian
obat herbal), kebalikanya obat dokter / obat medis adalah obat kimia.
Pengertian obat herbal dalam kasus seperti ini tidaklah tepat, karena setiap
kandungan dari tanaman kenyataanya pasti mengandung bahan kimia. Bedanya bahan
kimia dari tanaman sifatnya alami, sedangkan obat medis bahan kimianya buatan
atau sintetis.
Kalau boleh diistilahkan,
obat herbal merupakan bahan kimia alami, sedangkan obat medis adalah bahan
kimia sintetis, dan kedua-duanya merupakan bahan kimia, begitulah pengertian
obat herbal yang benar. Bahkan beberapa obat-obat modern yang ada saat ini
lahir juga dari sebagian bahan herbal. Sebut saja quinine yang berasal dari
tanaman kina sebagai obat malaria, dan vincristine (dari tanaman tapak dara)
sebagai salah satu obat kanker. Pengertian obat herbal akan kedua obat ini
sebenarnya telah digunakan sejak dahulu sebagai obat tradisional, namun
dosisnya belum dapat ditentukan Baru setelah ditemukan suatu teknik pemurnian
substansi yang efektif, takaran dan khasiatnya dapat diukur dan dikembangkan
menjadi obat modern.
Jadi pengertian obat herbal
yang benar adalah bahwa obat herbal sebenarnya mempunyai posisi yang sama
dengan obat modern / sintesis dalam dunia pengobatan.
Semoga apa yang dijelaskan
di blog ini memberikan manfaat kepada pembaca. Silahkan di share melalui tombol
share dibawah untuk menyebarkan kebaikan kepada teman atau kerabat yang
membutuhkan informasi dari blog saya ini. Terima kasih

Tidak ada komentar:
Write komentar